| |

Bermain Dakon atau Congklak

Satu… dua… tiga.. empat…

Duhhhh serius sekali sepertinya siswa KB-B Kristen Petra 11 ini, mereka sedang bermain apa sih? Ooooo… ternyata mereka sedang bermain permainan tradisional. Wah, memakai apa sih itu? Kok seperti manik-manik kecil ditempatkan pada wadah apa sih? Jadi penasaran deh.. Yuk kita cari tahu..

Yuppp… kami siswa KB-B Kristen Petra 11 sedang bermain permainan tradisional namanya dakon atau sering juga sih disebut congklak. Permainan Dakon atau congklak ini menggunakan papan permainan yang memiliki 14 lubang dan 2 lubang besar yang berada di ujung kiri dan kanan. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain. Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh 2 orang.

Cara bermai Dakon awalnya setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan diambil dan meletakkan satu ke tiap-tiap lubang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lubang besar miliknya maka ia mendapatkan kesempatan khusus dengan memilih lubang kecil di sisinya. Bila ternyata habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lubang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap selesai apabila salah satu pemain sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lubang besar disisi kanan dan kiri pemain). Pemenang ditentukan dengan yang mendapatkan biji terbanyak.

Ya waktu itu kami memang tidak bermain sampai menemukan pemenang, oleh Ibu Guru kimi hanya diminta untuk mencoba membagikan biji pada lubang tertentu untuk dibagian satu persatu pada setiap lubang yang ada sambil menyebutkan urutan angka. Seruuu sekali, kami bisa bermain sambil belajar membilang angka. Selain itu kami juga ikut melestarikan permainan tradisional dari Indonesia.

20160318_094227.jpg20160318_094255.jpg20160318_094311.jpg

Belanja di Pasar

pasar2.jpgpasar1.jpg

Sayur...sayur.. siapa mau beli? Ada wortel, terong , sawi , semuanya masih segar lho! Teriak Timothy salah satu siswa TK-B Kristen Petra 11 menjajakan dagangannya. Ya, pada hari Kamis , 18 Februari 2016 , kami siswa-siswi kelompok B TK Kristen Petra 11 melaksanakan kegiatan bermain peran. Hari itu ada 3 orang teman kami yang berperan sebagai pedagang sayur di pasar. Dan sisanya mendapat peran sebagai pembelinya. Seru sekali, kami diberi uang oleh ibu guru dan diminta untuk mencoba berbelanja sayuran kepada teman-teman kami yang berjualan.

Kegiatan ini bertujuan agar kami dapat mengenal mata uang. Selain itu dengan bermain peran ini kami juga menjadi tahu bagaimana rasanya menjadi pedagang maupun pembeli. Wah mengasyikkan sekali !

Belajar Mengancingkan Baju

mengancingkan1.jpgmengancingkan2.jpg

Hai teman-teman, aku mau berbagi cerita nih. Pada hari Rabu, 17 Februari 2016 aku dan teman-temanku dari KB-B Kristen Petra 11 diajak ibu guru untuk belajar mengancingkan baju. Kami satu persatu diberi baju seragam yang memiliki 4 kancing. Awalnya aku merasa kesulitan untuk memasukkan kancing-kancing itu ke lubang yang sesuai. Akan tetapi dengan bimbingan guruku, aku dapat melakukannya dengan baik.

Kegiatan ini bertujuan agar kami bisa belajar mandiri yaitu memakai seragam kami sendiri. Betapa senang hati kami melakukan kegiatan tersebut. “Mama coba lihat, sekarang aku bisa memakai bajuku sendiri!” teriakku pada mama saat aku dijemput pulang sekolah.

Mengenal Bentuk dan Warna

shape-and-colour-1.jpgshape-and-colour-2.jpg

Asik hari ini aku dan teman-temanku dari kelompok A TK Kristen Petra 11 diajak bemain game dengan ibu guruku. Tapi game apa ya? Lho kok banyak kartu bergambar bentuk-bentuk bangun ruang yang berwarna-warni? Ohhhh ternyata kami diajak bermain game “Shape and Colour”. Pada game ini, kami diminta untuk mengambil gambar sesuai dengan bentuk atau warna yang disebutkan, dan kami diminta untuk mengambil secepat yang kami bisa. Siapa yang tidak bisa cepat dalam mengambil kartu, maka dia tidak akan kebagian. Pada game tersebut ibu guru berpesan supaya kami tidak menangis ketika tidak mendapat kartu yang diminta ibu guru. Wah seru sekali.

Membuat Rujak

membuat-rujak-1.jpgmembuat-rujak-2.jpg

Hai teman-teman aku mau berbagi cerita seru nih ke kalian. Mau tau gak? Jadi gini ceritanya. Pada saat hari Kamis, 21 Januari 2016, aku dan teman-temanku di TK A Kristen Petra 11 membuat rujak bersama dengan ibu guru. Banyak buah yang telah disiapkan. Ada pepaya, bengkoang, mentimun dan juga buah belimbing. Semua buah itu ibu guru yang mengupas dan memotong-motong untuk kami dan di tempatkan pada wadah-wadah.

Setelah itu, kami juga mencoba membuat bumbu untuk rujaknya. Bahan-bahan untuk bumbu rujaknya adalah sedikit cabai, gula jawa, asam jawa, dan sedikit air. Semua itu dihaluskan dengan menggunakan cobek dan ulekan sampai halus. Kami menghaluskan bahan-bahan tesebut dibantu oleh ibu guru.

Setelah jadi, kami masing-masing diberi mangkuk dan diperbolehkan untuk mengambil buah-buah yang sudah disediakan dan menyiramnya dengan bumbu. Hmmmm.. lezat sekali lho teman-teman rujak bikinan kami ini. Mudah sekali membuatnya, namun jika ingin membuat di rumah sebaiknya tetap meminta bantuan mama , papa atau orang dewasa lainnya ya teman.

boost the values reap the success