| |

Apa kata orang tua tentang “ learn from home”

Hallo, semangat pagi anak – anak, bagaimana kabarnya hari ini?  Baik – baik saja bukan?   Ya, Ibu Guru harap, anak – anak tetap sehat dan dalam perlindungan Tuhan Yesus Kristus. Apakah kalian masih semangat belajar di rumah? Tentunya, kalian senang ya, bisa belajar bersama mama dan papa, bagaimana sih pengalaman kalian? Pasti ada cerita seru yang dialami oleh mama dan papa selama mendampingi anak.

IMG-20200518-WA0008.jpgimage.pngIMG-20200518-WA0009.jpgIMG-20200518-WA0006.jpgIMG-20200519-WA0017.jpgIMG-20200519-WA0020.jpgIMG-20200520-WA0013.jpg

Yuk kita simak bagaimana cerita dari mama dan papa selama mendampingi anak - anak. Nah, kali ini, Ibu Guru mau bercerita tentang testimoni orang tua dari anak – anak KB – TK Kristen Petra 11 selama learn from home atau  belajar #dirumahaja. Pasti sangat berbeda rasanya belajar di sekolah dengan belajar di rumah, hehe, jika belajar di sekolah pasti bersemangat dan suka cita, karena bisa bertemu dengan teman – teman, banyak mainan yang bisa dimainkan bersama, dan juga bisa bertemu dengan Ibu dan Bapak Guru.

Testimoni yang pertama datang dari Ibu Ellyn, Mama dari Hugo Cliffrod Koeswanto (KB A), “Dengan diadakannya learn from home ini, orang tua menjadi tahu tentang perkembangan anak, dapat belajar dan bermain bersama dengan anak. Terkadang, juga sulit untuk mengatur jadwal antara jam kerja dan jam mendampingi anak.”

Pembelajaran Daring

Hallo teman – teman, bagaimana kabarnya? Semoga kita semua tetap dalam lindungan Tuhan. Wah, rasanya sudah lama tidak belajar di sekolah, sudah 1,5 bulan kita tidak bisa belajar bersama Ibu dan Bapak Guru serta bersama teman – teman. Ibu Guru dan papa serta mama bilang, “Kita harus Stay At Home atau #dirumahaja supaya tidak terkena penyakit virus corona (covid-19), Meskipun #dirumahaja, kita masih bisa mengikuti pembelajaran daring.  Hari ini kami anak – anak TK Kristen Petra 11, akan bercerita tentang betapa menyenangkannya kegiatan pembelajaran daring (dalam jaringan).

Bened_16_Ap_2020.jpgUntitled_2.jpgUntitled.jpgSheryl_dpt_menulis.jpgIMG-20200424-WA0012.jpg

Apa itu pembelajaran daring? Pasti teman – teman penasarankan. Pembelajaran daring merupakan model pembelajaran yang dipilih oleh pemerintah saat ini, yaitu belajar di rumah menggunakan fasilitas IT. Lho, kenapa tidak belajar di sekolah saja? Nah, teman – teman pasti tahu tentang virus yang sedang ditakuti oleh seluruh manusia yang ada di dunia kan. Betul sekali, Virus Corona (covid-19), karena dinilai terlalu berbahaya dan penyebarannya sangat cepat sekali, maka, pembelajaran daring dipilih sebagai solusi terbaik untuk mencegah menyebarnya virus yang sangat berbahaya ini. Kemudian apakah sekolah akan libur? Tidak! Saya dan teman – teman tetap diajak oleh Ibu Guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Kita belajar dari materi yang dikirimkan oleh guru melalui Smartphone dan setiap hari Rabu dan Jumat Ibu Guru dan Bapak Guru, selalu menyapa kami melalui video conference, menanyakan kabar, juga memberikan semangat kepada kami, agar di saat – saat yang sulit seperti ini, kami tidak patah semangat. Melalui video conference, kami tetap bisa tersenyum dan merasa senang melihat dan saling menyapa kepada teman – teman kami yang ada di rumah. Ingin tahu bagaimana keseruan kami belajar di rumah? Yuk ikuti cerita kami.

Pagi ini kami duduk di depan TV, untuk menonton acara yang ada muatan pendidikan di dalamnya, yaitu acara Jalan Sesama yang ditayangkan oleh TVRI, banyak acara yang bisa kami saksikan, ada menyanyi, beragam cerita rakyat, dan parenting untuk para orang tua. Setelah menonton acara tersebut kami melanjutkan kegiatan yang diberikan oleh Ibu Guru, untuk Kelompok A, kami bermain huruf, menyusunnya membentuk susuan huruf vokal dan suatu kata, untuk Kelompok B menuliskan kata tentang perlengkapan yang digunakan saat musim panas, seperti kacamata, payung, topi. Walaupun kami tidak belajar di sekolah, berkat dukungan mama dan papa, serta Ibu Guru, belajar di rumah menjadi hal yang menyenangkan. Itulah kegiatan kami pada hari ini, walaupun kita harus #dirumahaja, tetapi semangat kita untuk belajar harus tetap berkobar seperti nyala api, ya teman – teman. Selamat belajar dan jaga kesehatan, Tuhan Yesus memberkati.

Membuat Kue Jentik Manis

Hai teman – teman, selamat berjumpa lagi dengan, kami murid – murid TK Kristen Petra 11 Kelompok A. Hari ini, Jumat, 6 Maret 2020, kami akan belajar membuat kue jentik manis, penasaran bagaimana keseruan kami saat membuat kue? Yuk, ikuti kami.

IMG_20190905_100637.jpgIMG_20190905_095436.jpg20200306_115639.jpg20200306_121138.jpg20200306_120317.jpg

Sebelum membuat kue jentik manis, terlebih dahulu kita mengenal dan menyiapkan bahan – bahan dan peralatannya, yaitu, ada santan, tepung hunkwe, gula, garam, mutiara, air, cetakan, kompor, panci, dan mangkuk. Saatnya kita memasak, pertama, kita masak dahulu mutiara yang sudah kita cuci bersih, caranya : rendam biji mutiara, tunggu beberapa saat, kemudian masak sampai mendidih, mutiara matang tampak bening. Setelah matang diamkan sebentar, kemudian rendam ke dalam air es, lalu disaring agar mutiaranya kelihatan bening.

Selanjutnya kita akan memasak tepung hunkwe, caranya : campurkan tepung hunkwe, santan, gula, garam sesuai takaran, lalu masak sambil diaduk sampai mengental dan meletup – letup (mendidih). Saat mengaduk, kami didampingi oleh Bu Guru, karena panas dan berbahaya, matikan api dan masukkan mutiara yang sudak masak tadi, aduk sampai rata. Tahap terakhir memasukkan ke dalam cetakan yang sudah disediakan, supaya hasilnya cantik dan bagus, tunggu beberapa saat, sampai dingin, dan lepas dari cetakan, Yee, akhirnya kue jentik manis buatan kami siap untuk dinikmati, ternyata sangat enak kuenya, rasanya manis, sesuai dengan namanya. Wah ada beberapa teman  kami yang ingin nambah hehe. Dengan begini, kami jadi tahu cara memasak kue jentik manis. Setelah sampai di rumah kami akan mencoba membuatnya bersama dengan mama dan papa. Demikian cerita dari kami hari ini, sampai jumpa.   

Naik Gunung

Naik – naik ke puncak gunung tinggi – tinggi sekali
Kiri – kanan’ku lihat saja banyak pohon cemara

Hore... pada hari Selasa, 3 Maret 2020, kami anak – anak TK Kristen Petra 11 kelompok B, belajar di sentra bermain peran bersama Ibu Guru dan Pak Guru. Proses belajar hari ini sangat menyenangkan, karena kami akan jalan – jalan naik gunung. Hehe, bukan naik gunung sungguhan, tetapi hanya gunung tiruan yang telah disiapkan sebelumnya.

3jpg.jpg20200303_075801.jpg4jpg.jpgP_20200303_083034.jpgP_20200303_083243.jpg2jpg.jpg

Sebelum kita mulai mendaki gunung, Pak Guru  memberi kami pengetahuan macam – macam peralatan yang harus dibawa ketika naik gunung, ada senter, tikar, tas, tenda, matras, air, topi,  makanan, dan masih banyak lagi, dan juga peraturan – peraturan yang harus dipatuhi, mulai dari : dilarang membuang sampah sembarangan, hingga larangan mengambil tumbuhan atau hewan yang dilindungi.

Yee, saatnya kita mendaki gunung. Untuk bisa sampai ke puncak gunung, kami harus berjalan mengikuti jejak yang sudah tersedia. Saat berjalan kami harus kompak dan bekerja sama, saling membantu jika ada kesulitan, dan juga saling menunggu jika ada teman yang tertinggal. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya, kita sampai di gunungnya, tetapi untuk bisa naik ke puncak harus berjalan satu – persatu supaya tidak terjatuh, karena banyak batu – batuan yang dapat membuat kita tergelincir, kita juga harus saling berpegangan tangan antara satu dengan yang lain, supaya tidak ada yang jatuh. Setalah kami turun, waktunya membuat tenda untuk berteduh, karena cuacanya sangat terik. Dengan dibantu oleh Bapak/Ibu Guru, kami mulai membangun tenda, cukup susah ternyata membangunnya. Setelah tendanya berdiri, kami bersantai, minum air yang sudah kami bawa, dan dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai gambar telur, kami menghiasnya dengan berbagai macam warna supaya terlihat bagus. Sebelum pulang, kami bersama – sama membuat api unggun, dimulai dengan menyusun kayu kering untuk dibakar, sambil kami bernyanyi lagu “api kita sudah menyala”. Menyenangkan sekali kegiatan belajar hari ini, dengan pembelajaran hari ini, kami banyak belajar tentang berbagai macam hal, mulai dari saling bekerja sama dalam satu tim, saling percaya, saling mendukung, kesetiaan, dan tanggung jawab.Ingat ya teman – teman belajar itu menyenangkan jika kita lakukan dengan sukacita.

Petugas Pemadam Kebakaran

Tolong, tolong, tolong, ada kebakaran!”

6.jpg4.jpg5.jpg1.jpg3.jpg2.jpg

Bengitulah teriakan kami saat terjadi kebakaran, hehe, tetapi ini bukan kebakaran yang sesungguhnya ya, ini hanya berpura – pura saja, karena hari ini, tanggal 20 Februari 2020, kami anak TK Kristen Petra 11 Kelompok A, sedang mengikuti kegiatan sentra bermain peran, dengan tema profesi pemadam kebakaran. Pagi itu, kami diajar oleh Pak Whisnu tentang berbagai macam tugas dan peran menjadi seorang pemadam kebakaran, ternyata, menjadi seorang pemadam kebakaran mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, selain memadamkan api, petugas juga harus bisa menyelamatkan korban yang terjebak di dalam bangunan yang sedang terbakaran. Wow, sudah terbayang kan, betapa sulit dan menakutkan menjadi seorang pemadam kebakaran. Selain tugas dan perannya, kami juga belajar tentang berbagai macam peralatan yang digunakan saat memadamkan api, mulai dari selang untuk menyemprotkan air, baju anti panas, alat pemecah kaca, helm keselamatan, dan tabung oksigen yang berguna untuk alat bantu pernafasan saat di dalam kepulan asap, sehingga petugas pemadam kebakaran tetap bisa bernafas dengan baik.   

Saatnya kita bermain peran, anak – anak dibagi menjadi empat kelompok, ada yang menjadi petugas pemadam kebakaran, ada yang menjadi warga masyarakat, ada yang menjadi pemilik rumah, dan ada yang menjadi anggota keluarga yang menetap di dalam rumah tersebut. Yuk, ikuti keseruan kami bermain peran. Ketika itu, suasana tenang dan damai, sampai suatu ketika, tiba – tiba api yang sangat besar muncul dari dapur tempat memasak, satu keluarga bergegas keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat, dan ada juga yang menelepon petugas pemadam kebakaran, dengan alat seadanya, mereka berusaha memadamkan api. Sesampainya di lokasi kebakaran, tim pemadam kebakaran langsung menghentikan mobil, dengan sigap mereka mengambil selang dan menyemprotkan air ke rumah yang menjadi sumber api, dan warga sekitar ikut membantu. Wah, sangat seru bukan, begitulah kegiatan kami saat mengikuti pembelajaran di sentra bermain peran, dengan belajar di sentra bermain peran kami belajar tentang kerja sama tim, kekompakan, percaya diri, tegas, dan disiplin. Selain itu, kami jadi mengerti betapa sulitnya tugas sebagai pemadam kebakaran, karena selain menyelamatkan barang, juga menyelamatkan jiwa manusia, tetap semangat ya, Bpk/Ibu pemadam kebakaran. Sampai jumpa teman - teman.

boost the values reap the success