| |

Surabaya Shopping and Culinary Track

FIELDTRIP_KB_4.jpgFIELDTRIP_KB_1.jpgFIELDTRIP_KB_3.jpgFIELDTRIP_KB_2.jpgFIELDTRIP_KB_5.jpg

Hore … anak-anak KB B Kristen Petra 11 mau ikut Surabaya Shopping and Culinary Track. Wow… keliling kota Surabaya naik bus, pasti menyenangkan. Aku dan teman-teman tidak sabar menantikan hari itu, Jumat, 20 Januari 2017. Agar tidak ketinggalan, kami harus bangun lebih pagi dan berangkat ke sekolah lebih pagi. Surabaya Shopping and Culinary Track memiliki banyak rute, tetapi berbeda setiap minggunya. Kami mendapat rute Balai Pemuda – Balai Kota Surabaya – Museum Surabaya – Museum 10 Nopember/Museum Tugu Pahlawan – Museum Kesehatan – Museum Bank Indonesia – Jembatan Merah Plaza (JMP) – Balai Pemuda. Tidak semua tempat kami kunjungi, kami boleh menentukan tempat-tempat yang mau dikunjungi, asalkan sesuai dengan rute yang telah ditentukan.

Balai Pemuda merupakan tempat mangkal bus yang akan membawa peserta sekaligus tempat pemberangkatan peserta Surabaya Shopping and Culinary Track. Balai Pemuda Kota Surabaya merupakan bangunan bersejarah (cagar budaya) yang dilindungi oleh pemerintah, saat ini dugunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial pemuda, serta keegiatan apresiasi seni dan budaya. Di Balai Pemuda, kami tidak hanya menunggu jam pemberangkatan, tetapi kami bisa membaca buku yang tersedia di ruang perpustakaan anak (Children Library Room) yang memiliki banyak koleksi buku, tempatnya tenang dan nyaman untuk membaca. Hore …. Bus sudah siap. Kami siap keliling kota Surabaya. Wah … kami beruntung, sepanjang perjalanan, kami didamping oleh seorang pemandu, seorang kakak, yang biasa dipanggil Cak Husni. Ternyata, Cak Husni adalah pemenang Cak dan Ning Surabaya 2016.

Keluar dari Balai Pemuda, tempat pertama yang kami kunjungi adalah Balai Kota Surabaya. Balai Kota Surabaya yang terletak di Jalan Taman Surya, merupakan pusat pemerintahan kota Surabaya, tempat kerja Wali Kota Surabaya. Di Balai Kota, kami tidak hanya melihat gedungnya dari luar, tetapi kami juga diizinkan masuk ke dalam gedung, dan kami mendapat kesempatan bertemu dan foto bersama dengan Wali Kota Surabaya, yaitu Ibu Tri Rismaharini atau yang dikenal dengan panggilan Ibu Risma. Wah, bangga rasanya. Setelah selesai foto dengan Ibu Risma, kami melanjutan berkeliling, melihat ruangan/bagian lain dari Balai Kota.

Perjalanan kami selanjutnya, adalah ke Museum Surabaya yang berada di tengah pertokoan Siola, di Jalan Tunjungan yang baru diresmikan pada tanggal 3 Mei 2015. Meseum Surabaya berisi benda-benda bersejarah di Surabaya, antara lain foto-foto Wali Kota Surabaya yang pertama sampai yang sekarang, pakaian adat, alat transportasi yang pernah ada di Surabaya, dan lain-lain.

Berikutnya, kami menuju ke Museum 10 Nopember/Museum Tugu Pahlawan yang terletak di Jalan Pahlawan. Museum Tugu Pahlawan didirikan sebagai kebanggaan atas kemenangan arek-arek Suroboyo dalam pertempuran heroik pada tanggal 10 Nopember 1945, berisi benda-benda bersejarah yang digunakan dalam pertempuran tersebut.

Perjalanan kami yang terakhir, adalah ke Museum Bank Indonesia. Museum ini terletak di wilayah Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Garuda (Jalan Rajawali), yang lokasinya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plaza. Museum Bank Indonesia yang awalnya bernama De Javasche Bank ini berisi barang-barang sejarah keuangan di Indonesia, termasuk macam-macam uang yang pernah berlaku di Indonesia, mesin pencetak uang, tempat penyimpanan uang, dan lain sebagainya.

Wah, sudah lengkap perjalanan kami. Kami sangat menikmati wisata keliling Surabaya. Memang, belum semua tempat di Surabaya, kami kunjungi, tetapi kami puas dan senang berwisata sekaligus belajar tentang kota Surabaya. Sepanjang penjalanan di bus, kami bisa bergembira, didampingi pemandu kami, Cak Man yang baik dan sabar bercerita tentang tempat-tempat yang kami kunjungi. Mengaku arek Suroboyo? Belajarlah tentang kota Surabaya. Dan, cintailah Surabaya, Kota Pahlawan

boost the values reap the success